Bima Arya Surati Jokowi yang Berisikan Aspirasi dari Para Buruh Kota Bogor

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

BOGOR-Setelah aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) yang dilakukan buruh dari berbagai elemen di depan Balai Kota Bogor, Rabu (21/10) siang, akhirnya Wali Kota Bogor, Bima Arya muncul untuk menerima Ribuan yang memadati kantornya itu selama kurang lebih dua jam itu.

Di atas mobil komando milik buruh, Bima Arya, menyatakan, dirinya akan menyurati Presiden Joko Widodo, yang berisikan aspirasi dari para buruh Kota Bogor.

“Saya terima aspirasinya dan saya akan sampaikan surat ke presiden dan kementerian terkait, terkait dengan pengesahan Undang-undang Omnibus Lww ini. Tentang pesangon, jam kerja, cuti dan outsourcing itu harus berpihak kepada buruh, ”kata Bima Arya.

- Advertisement -

Bima juga menerangkan kepada ribuan buruh bahwa ia sudah membicarakan masalah Undang-undang Omnibus Law ini dengan seluruh kepala daerah yang tergabung didalam Apeksi.

Dari pembicaraannya dengan Apeksi, Bima menjelaskan, Undang-undang Omnibuslaw yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, jangan sampai malah rakyat sendiri.

“Jangan sampai tujuan presiden untuk meningkatkan ekonomi malah memperburuk keadaan. Jangan sampai baik-baik tapi aturannya tidak konsisten. Kita akan menyurati presiden soal ini, ”tegas Bima.

- Advertisement -

Setelah menyampaikan atauasinya, Bima Arya pun turun dari mobil komando dan masuk kedalam ruangan kerjanya.

Namun, para buruh yang terdiri dari FSPKEP Goodyear dan SPN Kota Bogor, masih bertahan di plaza Balaikota.

Rencananya, setelah menggelar salat berjamaah, para buruh akan melakukan long march menuju gedung DPRD Kota Bogor.

- Advertisement -

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Cina Bangun Jaringan Seluler 5G Terbesar di Dunia

BEIJING - Belakangan ini China telah mencapai prestasi awal dalam membangun jaringan seluler 5G. Demikian disampaikan pihak Kementerian Perindustrian dan...

Berita Terkait
publikbicara.com