23.7 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Akibat Curah Hujan Tinggi , 2 Kecamatan Di Bandung Barat Terkena Longsor

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

Bandung – Bencana longsor akibat curah hujan tinggi terjadi dalam dua hari berturut-turut pada dua kecamatan berbeda di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat. Tidak ada korban jiwa dalam kedua musibah tersebut, hanya saja dampaknya menimbulkan kerugian materi dan satu rumah rusak.

Peristiwa longsor pertama terjadi di Kampung Ciparang, RT02/09, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan pada Senin (19/10/2020). Kemudian kejadian kedua di Kampung Barunagri RT03/11, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Selasa (20/10/2020) sore.

“Pemicu terjadinya longsor karena hujan terus-menerus dengan intensitas tinggi. Selain itu ada saluran air tersumbat akibat sampah,” ujar Kepala Desa Sukajaya Asep Cahya Wijaya, Selasa (20/10/2020) sore.

- Advertisement -

Dia mengungkapkan, rumah yang terdampak longsor letaknya tidak jauh atau berada dekat lereng dan terdapat saluran air. Karena salurannya tersumbat sampah, akhirnya tanah lereng tidak kuat menahan debit air yang semakin lama kian meninggi.

Namun sebelum material tanah menjebol dinding rumah, penghuninya terlebih dahulu menyelamatkan diri. Dia melihat tanda-tanda tanah bakal longsor. Seusai kejadian, warga bersama perangkat desa dan petugas BPBD membersihkan sumbatan air dan material longsoran.

“Hanya bagian tembok belakang rumah yang jebol karena diterjang tanah. Tapi penghuni aman, tidak apa-apa,” katanya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi sebab pergerakan tanah. Saat ini anggotanya di lapangan sedang melakukan assessment.

“Penyebab longsor karena hujan deras dan rumahnya ada di sisi lereng. Hasil inventarisasi di lapangan yang terdampak hanya satu rumah,” ujar Duddy.

Sumber : iNews

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com