Ridwan Kamil: Terisa 2 Zona Merah Di Jawa Barat

Berita Populer

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Bupati Bogor Bagi Penghargaan, Honor Nakes Sempat Telat Dua Bulan

CIBINONG-Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada 200 orang mulai dari Kepala Desa hingga RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas se...

Konsleting Listrik, Satu Rumah Hangus Terbakar

CIBUNGBULANG-Sebuah rumah di perumahan Citoh, Cluster Panca Blok M, nomor 23, Kecamatan Cibungbulang, hangus dilalap si jago merah pada...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...
- Advertisement -

Jakarta – Jumlah zona merah penularan Covid-19 di Jawa Barat tinggal dua wilayah. Jumlah itu menurun dibandingkan pekan lalu yang mencapai tiga daerah.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan hasil terbaru level kewaspadaan di Jabar. Kata dia, saat ini hanya tersisa di dua daerah zona merah yakni Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon.

“Zona merah sekarang cuma dua. Sempat tujuh, lima, tiga, sekarang di minggu ini laporannya Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon,” ujar Emil, panggilan Ridwan Kamil dalam jumpa pers virtual penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Senin (19/10).

Emil mengemukakan, terkait upaya pengendalian Covid-19 ini karena konsistensi aparat kewilayahan. Wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi atau Bodebek yang biasa menjadi episentrum kini menunjukkan keterkendalian yang signifikan.

- Advertisement -

“Mudah mudahan dengan metode yang terus kita lakukan zona merah bisa nol sama sekali karena Bodebek sudah konsisten selama tiga minggu, hanya satu zona merah sehingga mudah-mudahan betul-betul bisa clear,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, zona merah di Jabar pada pekan lalu dihuni oleh tiga daerah yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Kuningan. Kabupaten Karawang dan Kuningan telah turun dari zona merah.

Pada kesempatan itu, Emil juga menyampaikan perkembangan jumlah pengetesan swab sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni satu persen dari total penduduk. Artinya, masyarakat Jabar yang harus dites berjumlah sekitar 500 ribu orang.

- Advertisement -

“Minggu ini tes PCR sudah memenuhi standar WHO. Rakyat Jabar kali satu persennya sudah dilakukan tes PCR, 500 ribu tes PCR akan kita terus tingkatkan upaya pengendalian dan tingkat kapasitas testing,” ujarnya.

Dalam situs pantau Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) hingga pukul 15.34 WIB, tercatat pengetesan swab PCR mencapai 499.269 spesimen.

Selain itu, Emil yang juga yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar menuturkan, tingkat kematian akibat Covid-19 menurun.

- Advertisement -

“Tingkat kematian menurun di minggu ini ada di 1,85 persen dan tingkat kesembuhan di angka 67 persen. Angka reproduksi 1,04,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Hari Obesitas Sedunia : Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Obesitas

JAKARTA -- Hari Obesitas Sedunia diperingati pada 4 Maret setiap tahunnya. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan...

Berita Terkait
publikbicara.com