29.2 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Banyak Tugas, Moeldoko Tolak Jadi Calon Ketum PP PBSI 2020-2024

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

DP Sempat Pamit Kerjakan Tugas Sekolah

CIBUNGBULANG - DP warga kampung Ciaruteun RT 01 RW 03, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, yang ditemukan tewas...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Mega Proyek Bomang Belum Lama Selesai Dikerjakan Ambles

KEMANG- Mega proyek jalan Bojonggede - Kemang berada di wilayah Desa Jampang Kecamatan Kemang yang baru rampung pengerjaanya mengalami...
- Advertisement -

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, menolak untuk ikut masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum PP PBSI masa bakti 2020-2024. Tugas yang kian banyak alasannya.

Moeldoko sempat diusung para legenda bulutangkis untuk maju dalam bursa pencalonan ketua umum PBSI yang baru. Mereka menilai sosok Moeldoko cukup tepat menggantikan Wiranto, ketua umum PBSI periode 2016-2020, karena dinilai sosok yang mengayomi.

Selain itu, Moeldoko dinilai dekat dengan pemerintah sehingga dapat membantu PBSI. Akan tetapi, sejak pertemuan dengan para legenda hingga dibukanya pendaftaran bakal calon ketua umum PBSI pada 17 Oktober lalu tidak ada tanda-tanda pengambilan formulir.

- Advertisement -

“Sementara saya memutuskan untuk tidak mencalonkan karena tugas yang semakin banyak,” kata Moeldoko kepada detikSport, Selasa (20/10/2020).

“Untuk itu saya mohon maaf kepada para legenda bulutangkis Indonesia karena tidak bisa memenuhi harapan beliau-beliau,” lanjut Panglima TNI ke-18 tersebut.

Sehubungan dengan keputusan tersebut, Moeldoko mengaku telah menginformasikan kepada perwakilannya. “Saya tetap berpesan semoga bulutangkis Indonesia semakin jaya ke depan,” harap dia.

- Advertisement -

Sementara itu, Harianto Arbi, menghormati apa yang menjadi keputusan Moeldoko. Apalagi, jika itu menyangkut tugas yang lebih penting.

“Ya, Pak Moeldoko yang lebih tahu yang terbaik buat PBSI. Seperti yang diungkapkan beliau saat pertemuan, beliau tidak mau asal terima tapi tidak melakukan sesuatu, buat apa? Kalau terima ya harus sudah siap,” kata Arbi ketika dihubungi terpisah.

“Jadi kalau dia pun mau enggak mau setengah-setengah, maunya all out, untuk kemajuan bulutangkis Indonesia. Kalau kami kecewa sih enggak, beliau memang tidak ingin nanggung-nanggung, dan kami hormati itu,” tegas juara dunia 1995 Lausanne itu.

- Advertisement -

Legenda yang pernah dijuluki pemain dengan kecepatan smes 100 watt itu pun tak ingin berspekulasi soal calon lain. “Enggak mungkin lah waktunya sudah mepet. Lagipula yang menentukan pengprov, bukan kami,” kata Arbi ketiak ditanya apakah akan mengusung calon lain pengganti Moeldoko.

Diketahui, pendaftaran posisi Ketum PP PBSI telah dibuka mulai 17 Oktober hingga pengembalian formulir sampai 26 Oktober pukul 17.00 WIB. Adapun Munas PBSI akan berlangsung di JHL Hotel, Serpong, Tangerang, pada 5-6 November.

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Siapkan Pemakaman, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

CIBUNGBULANG - DP yang meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Berita Terkait
publikbicara.com