29.2 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Cuaca Ekstrem, BMKG Mencatat Tiga Provinsi Dengan Status Siaga

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

DP Sempat Pamit Kerjakan Tugas Sekolah

CIBUNGBULANG - DP warga kampung Ciaruteun RT 01 RW 03, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, yang ditemukan tewas...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Mega Proyek Bomang Belum Lama Selesai Dikerjakan Ambles

KEMANG- Mega proyek jalan Bojonggede - Kemang berada di wilayah Desa Jampang Kecamatan Kemang yang baru rampung pengerjaanya mengalami...
- Advertisement -

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meminta kepada pemerintah daerah mewaspadai cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina. Kekeringan dan hujan lebat berpotensi akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia akibat fenomena tersebut.
BMKG telah menganalisis bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normal.

“Namun dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. BMKG merilis pada Oktober-November peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, Minggu (18/10).

Secara khusus, Jati meminta pemda dan masyarakat di Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung untuk mewaspadai status siaga dampak hujan lebat pada 18 sampai 19 Oktober 2020. Menurutnya, semua pihak harus siaga menghadapi potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

- Advertisement -

“BMKG mencatat tiga provinsi tersebut dengan status siaga. Prakiraan tersebut berlaku pada analisis cuaca pada 18 Oktober 2020, pukul 08.00 WIB, sampai dengan 19 Oktober 2020, pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

Sementara, kata Jati, terdapat 15 provinsi yang berstatus waspada. Provinsi itu diantaranya Aceh, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

4 Daerah Berpotensi Kekeringan
Jati menambahkan 4 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami dampak bahaya kekeringan meteorologis yang dipicu oleh fenomena La Nina. Keempat wilayah tersebut adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku.

- Advertisement -

Menurut Jati, pihaknya telah mengirim surat kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di empat provinsi yang potensial terjadi kekeringan.

“BMKG menyebutkan bahwa sebagian wilayah diprediksi mengalami kekeringan meteorologis dengan status waspada hingga awas,” kata Jati.

Jati menjelaskan kekeringan meteorologi merupakan fenomena yang disebabkan karena tingkat curah hujan suatu daerah di bawah normal.

- Advertisement -

Menyikapi kondisi tersebut, Jati mengatakan pihaknya sudah merekomendasikan beberapa langkah. Salah satunya, BPBD diharapkan melakukan pemantauan sistem peringatan dini terkait kebakaran hutan dan lahan melalui situs bmkg.go.id, modis-catalog.lapan.go.id dan inarisk.bnpb.go.id.

“Langkah ini didukung dengan pengecekan lapangan bersama dengan dinas terkait,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jati juga meminta agar penguatan siap siaga bencana di beberapa wilayah tersebut dioptimalisasi. Di antaranya dengan penyediaan logistik seperti tangki air bersih, pompa air di setiap kecamatan yang teridentifikasi mengalami kekeringan.

“Upaya penguatan lainnya berupa kampanye hemat air dengan memanen air hujan dan memanfaatkan air limbah rumah tangga yang relatif bersih, koordinasi multipihak dalam penyiapan alternatif kebijakan pemenuhan kebutuhan air di masyarakat melalui penyiapan sumur bor dan pengaturan distribusi air,” kata Jati.

Terkait dengan potensi kebakaran hutan dan lahan, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan meminta agar BPBD melakukan beberapa langkah dan pengecekan sarana dan prasarana yang membantu pemadaman kebakaran.

“Melakukan upaya-upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi di media elektronik serta informasi lainnya, termasuk memasang papan informasi pelarangan membakar hutan dan juga hukumannya,” kata Lilik.

sumber : CNN Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Siapkan Pemakaman, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

CIBUNGBULANG - Keluarga DP yang diduga menjadi korban pembunuhan yang ditemukan sudah tidak bernyawa terbungkus plastik hitam rencananya akan...

Berita Terkait
publikbicara.com