Beranda Daerah Narapidana Kasus Narkoba Cai Changpan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Narapidana Kasus Narkoba Cai Changpan Ditemukan Tewas Gantung Diri

JASINGA – Cai Changpan berhasil ditangkap meskipun dalam keadaan sudah meninggal karena diduga sebelum ditanggap narapidana kasus narkoba tersebut mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri yang belokasi di pabrik pembakaran ban bekas di Kampung Cikidung, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga.

“Jadi pihak desa pun baru mendapat informasi sekitar pukul 16.00, ada yang gantung diri, dan ketika kelokasi sudah penuh anggota polisi dan sudah dibungkus kantong plastik,” kata Sekdes Koleang Wawan Setiawan kepada wartawan, Sabtu malam (17/10/2020).

Wawan juga menambahkan, ketika mengecek kelokasi sudah ada anggota polrestas tangerang, untuk lokasi pabrik pun memang sudah tidak dipakai dan jarang orang lewat kesitu.

Baca Juga :  Bikin Gaduh, Tujuh Remaja Digiring ke Kantor Desa di Parung Bogor

“Saya juga selaku desa baru sekarang mendapat info, itupun awalnya dari kaur pemerintah dan dilokasi sudah penuh anggota polisi dari Tangerang,” tambahnya

Lebih lanjut ia menuturkan, selain membawa mayat, ada tiga orang dibawa sebagai saksi tapi tidak semua ada yang mengenal hanya satu warga saja sebagai pegawai pabrik.

“Saya pas lihat ada tiga warga yang dibawa anggota polresta tangerang sebagai saksi, satu pegawai pabrik, dua lagi saya tidak kenal,” tuturnya.

Sementara itu warga sekitar Wawan (45) mengaku, dirinya pun tidak terlalu mengetahui kalau ada napi yang sedang dicari oleh polisi, meskipun sebelumnya ada yang menanyakan hanya tidak terlalu digubris.

Baca Juga :  PKD Dramaga Resmi Dilantik, Saat Awasi Pemilu di Desa Diharapkan Bersikap

“Kalau info saya dapat sekitar pukul 11.00 kalau ada yang bunuh diri dan
infonya gantung diri, tempat pembakaran ban bekas, sekitar satu kilo dari pemukiman warga,” tuturnya.

Ketika ditanyai mengenai sosok tersangka, Wawan mengungkapkan tidak mengetahui lebih detail, hanya pada seminggu yang lalu sempat ada yang menanyakan anggota polisi tapi berpakain bebas.

“Awalnya tidak curiga, hanya pada pukul 10.00 ada anggota polisi seperti sedang mengawasi kondisi perkampungan dan kemudian ada ambulance datang pukul 11.00 ke arah pabrik ban,” pungkasnya.

(Cep Rendra)

Artikulli paraprakRakor Pemdes Pabangbon Tanpa Dihadiri Kepala Desa
Artikulli tjetërDiluar Dugaan, Cadiz Berhasil Curi 3 Poin Setelah Kemenangan Melawan Real Madrid

Tinggalkan Balasan