Terulang Kembali, Jenazah Pasien Covid-19 diambil Paksa Keluarga

Berita Populer

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Kabar Duka Dunia Hiburan, Rina Gunawan Meninggal Dunia

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Artis Rina Gunawan meninggal dunia. Berita tersebut dibenarkan oleh manager...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Satu Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Rumah milik keluarga Muhammad Ali yang berlokasi di Kampung Cirangkong RT 16 RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan...
- Advertisement -

Padang – Jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Achmad Darwis, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dibawa paksa pihak keluarga ke rumahnya.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/10/2020) malam saat pasien berusia 62 tahun itu dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah tersebut dibawa tanpa peti mati ke rumah duka di Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan, Limapuluh Kota.

- Advertisement -

Jumat (16/10/2020), jenazah tersebut baru dimakamkan pihak keluarga.

“Insidennya terjadi tadi malam. Ini karena miskomunikasi antara pihak rumah sakit dengan keluarga,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Limapuluh Kota, Fery Chofa yang dihubungi Kompas.com, Jumat.

Fery mengatakan, peristiwa itu berawal ketika pasien meninggal dunia pada Kamis malam.

- Advertisement -

Awalnya, keluarga pasien menolak jenazah diperlakukan sesuai dengan protap Covid-19.

“Namun setelah diberi pengertian, keluarga korban akhirnya mau juga,”  jelas Fery.

Sesuai dengan protap, jenazah mesti dimakamkan paling lama empat jam setelah meninggal.

- Advertisement -

Hal itulah, kata Fery, yang membuat pihak keluarga keberatan karena sudah malam dan hujan turun.

“Kemudian saat berembuk untuk mencari solusi, keluarga korban membawa jenazah tersebut ke rumah duka. Tanpa peti,” kata Fery.

Fery mengatakan pihaknya segera melakukan tracing terhadap orang yang kontak dengan jenazah.

“Segera kita tracing,” kata Fery

Sumber : Kompas

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Berita Terkait
publikbicara.com