24.9 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Sempat Anjlok di Masa Pandemi, Penjualan Mobil di Indonesia Mulai Bangkit Lagi

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...
- Advertisement -

Jakarta – Penjualan mobil di Indonesia sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Kini, perlahan tapi pasti penjualan mobil mulai bangkit lagi.

Pabrikan mobil semakin semringah mengingat penjualannya kini telah bangkit. Honda Prospect Motor (HPM) salah satunya, penjualan mobil secara retail mengalami tren positif selama empat bulan terakhir.

Honda melaporkan, pada September lalu penjualan mobil secara retail atau dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 5.835 unit. Angka itu meningkat 20% dibanding bulan sebelumnya.

- Advertisement -

Secara total, penjualan Honda di tahun ini (Januari-September) terdata sebanyak 55.548 unit.

“Kami bersyukur Honda dapat mempertahankan tren penjualan yang positif dalam kondisi pasar yang masih belum stabil di kuartal ketiga tahun ini. Pencapaian tersebut didukung oleh aktivitas ekonomi yang mulai berjalan secara bertahap serta kemudahan konsumen melakukan pembelian melalui lembaga pembiayaan dan berbagai program penjualan yang kami tawarkan. Tentunya kami akan terus memonitor perkembangan kondisi di kuartal terakhir tahun ini dan berharap stabilitas pasar dan ekonomi akan terus terjaga,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor.

Penjualan mobil Honda didominasi oleh model Honda Brio dengan angka penjualan sebanyak 3.622 unit.. Honda Brio Satya menjadi model dengan penjualan tertinggi bagi Honda dengan total 2.507 unit, meningkat 33% dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan Honda Brio RS juga meningkat sebesar 80% dari 621 unit menjadi 1.115 unit di bulan September lalu.

- Advertisement -

Honda Mobilio membukukan penjualan total sebesar 526 unit, meningkat 29% dari bulan Agustus yang tercatat sebesar 408 unit. Honda HR-V 1.5L terjual sebanyak 773 unit, meningkat 3% dari bulan sebelumnya yang terjual sebesar 751 unit, Honda Civic Sedan yang terjual 43 unit, meningkat 39% dari bulan sebelumnya yang terjual 31 unit dan Honda Odyssey yang terjual 13 unit di bulan September, meningkat dari bulan sebelumnya yang terjual 4 unit.

Selain itu, Honda Jazz menyumbangkan penjualan sebesar 328 unit, Honda CR-V terjual sebanyak 253 unit, Honda BR-V terjual sebesar 154 unit, Honda Civic Hatchback terjual sebesar 87 unit, Honda City terjual sebesar 18 unit, Honda Accord terjual sebesar 17 unit, dan Honda HR-V 1.8L terjual sebanyak 1 unit.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada September naik 30,3% menjadi 48.554 unit. Sementara penjualan secara retail tercatat naik 15,2% menjadi 43.362 unit.

- Advertisement -

Menurut Kukuh, peningkatan penjualan mobil di pasar domestik pada bulan September menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia sedang menuju ke arah yang bagus. Meski begitu, Kukuh menyoroti penjualan retailsales yang memiliki selisih jauh dengan penjualan wholesales, akibat banyaknya konsumen yang menahan pembelian.

“Kalau dilihat itu kan ada selisih cukup tajam ya, sekitar 5.700-an unit. Itu mungkin karena masyarakat masih sedikit menahan, sebab kemarin ada wacana pajak 0 persen kan. Itu sangat berdampak,” kata Kukuh.

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Berita Terkait
publikbicara.com