Ide Kreatif, Es Varian Lahir Ditengah Pandemi Covid-19

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

LEUWISADENG – Pandemi Covid-19 ini memang memiliki banyak dampak dalam ke kehidupan kita, termasuk bidang ekonomi, teknologi, lingkungan, masyarakat dan lain sebagainya.

Tetapi bagi sebagian orang yang selalu berpikir positif, kejenuhan waktu senggang telah memicu gagasan tentang hobi produktif baru yang dapat mendukung mereka secara finansial. Walaupun banyak kegiatan yang tidak dapat berjalan seperti biasanya, namun kita harus tetap optimis untuk mengambil peluang usaha.

Salah satunya, Kedai Es keninian yang diberi nama Es Varian yang berlokasi di Jalan Raya Sadeng, di Kampung Kosol, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng tepatnya didepan Pasar Rakyat Leuwisadeng itu lahir di tengah pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Pemilik Kedai Es Varian Tridinari Faraswati mengaku, Ia mulai berjualan ditengah pandemi Covid-19.

“Muncul ide untuk berjualan Es Varian pada awal-awal pandemi Covid-19 saat itu, pertengahan bulan Juli 2020,” kata Dina sapaannya kepada wartawan media ini, Rabu, (14/10/2020).

- Advertisement -

Dina melanjutkan, awalnya sama sekali dirinya tidak memiliki bakat berjualan bahkan sebelumnya ia mengajar sebagai guru honor dibidang Komputer di salah satu SMK swasta di wilayah Leuwisadeng.

“Awalnya saya ngajar, karena pendemi ini kan sekolah tidak boleh tatap muka, otomatis aktifitas lebih banyak dirumah, akhirnya saya banting stir dan berfikir untuk membuka usaha yang sesuai dengan lingkungan, situasi dan kondisi saat ini. Tidak ada yang sia-sia kita lakukan. Justru kita harus tetap aktif berpikir dan bergerak,” ujarnya.

Untuk harga, Dina menjelaskan, cukup terjangkau dan tentunya aman di dompet.

- Advertisement -

“Untuk harga cukup terjangkau lah, mulai dari Rp 5000,- sampai dengan Rp 8000,- jika ingin extra toping hanya tambah Rp 2000,- saja,” jelasnya.

lanjut kata Dina, Kebanyakan para pembeli biasanya untuk dibawa pulang (take away).

“Mulai buka jam 10 pagi sampai jam 19.00 WIB, kebanyakan pembeli dibawa pulang sih pak, paling ada lah satu, dua yang lagi lewat kemudian sambil duduk sebentar terus jalan lagi,” ujarnya.

Dina mengaku, Berkat dukungan dari keluarga, saat ini ia telah membuka beberapa cabang di wilayah Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah saat ini juga sudah buka cabang di Bojong Gede dan di depan Stasiun Citayam dan masih terus kita kembangkan,” pungkasnya.

(Fahri)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com

%d blogger menyukai ini: