Waspada Klaster Baru Covid-19 Saat Libur Panjang

Berita Populer

Ketua DPC Kabupaten Bogor Anton Sebut KLB Deli Serdang Ilegal dan Abal Abal

BOGOR - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, H. Anton Sukartono Suratto, menolak dengan tegas perhelatan Kongres Luar Biasa (KLB)...

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Sparepart Handphone Naik Karena Corona

Kemang - Pasca pemerintah menghentikan sementara ekspor - impor dari negara Cina karena virus Corona harga sparepart handphone naik....

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Nanggung Tanami Pohon Pisang Di Tengah Jalan

NANGGUNG-Kurang perhatian pemerintah Jalan Kabupaten Curugbitung-Malasari membuat warga sekitar kesal sehingga menanami pohon pisang dan pohon pepaya di tengah...

Penyuap Sekdis PKPP Kabupaten Bogor Tidak Ditersangkakan, Kejari : Tanya Penyidik

BOGOR-Kasus suap sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor memasuki fase menunggu tuntutan dari Jaksa Penuntut...
- Advertisement -

Jakarta – Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengungkapkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas laporan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia. Dalam rapat tersebut, Jokowi mewanti-wanti soal potensi timbulnya klaster baru COVID-19 saat masa libur panjang.

“Bapak Presiden selalu mementingkan pentingnya data bagi kita semua dalam membuat kebijakan, termasuk juga bapa presiden mengingatkan tentang libur panjang yang berpotensi menimbulkan klaster untuk… klaster baru,” kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (12/10/2020).

Untuk diketahui, pemerintah menambah cuti bersama maulid Nabi Muhammad SAW sehingga total libur menjadi 3 hari yaitu 28, 29 dan 30 Oktober 2020. Jokowi meminta jajarannya agar tidak ada penambahan kasus di masa libur panjang.

- Advertisement -

“Oleh karenanya bapak presiden tadi mengatakan beberapa waktu sebelum adanya waktu libur panjang harus ada mengingatkan sehingga kita semuanya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak terjadi tambahan kasus pada saat liburan,” ujar Doni.

Selain itu, Jokowi juga menerima laporan menerima laporan mengenai hasil survei persepsi masyarakat mengenai kemungkinan tertular COVID-19. Sejauh ini disebutkan masih ada 17 persen masyarakat yang merasa tidak mungkin dan sangat tidak mungkin tertular virus itu.

“Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden tentang adanya 17 persen masyarakat yang masih menganggap tidak mungkin dan sangat tidak mungkin untuk terpapar Covid,” kata Doni.

- Advertisement -

Doni pun mengatakan Jokowi meminta agar kampanye perubahan perilaku dalam menghadapi pandemi ini terus ditegakkan. Sebab, angka yang disebutkannya tadi masih tergolong tinggi.

“Nah ini tentu angka yang sangat besar dan tadi Bapak Presiden juga menekankan berulangkali tentang pentingnya perubahan perilaku,” ucap Doni.

“Kalau kita lihat data-data di seluruh provinsi ternyata Maluku berada pada posisi yang pertama,” imbuhnya.

- Advertisement -

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Penyebab Lidah Gatal Setelah Makan Nanas

JAKARTA - Sebagian orang barangkali pernah merasakan tenggorokan atau lidah terasa gatal setelah makan nanas. Lidah gatal beberapa saat setelah...

Berita Terkait
publikbicara.com