Corona Akan Bertahan Selamanya?

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Pohon Berusia 15 Tahun Tumbang Timpa Tembok Kecamatan Leuwisadeng

LEUWISADENG - Pohon mahoni berusia sekitar 15 tahun tumbang dan menyebabkan tembok kantor Kecamatan Leuwisadeng Roboh pada, Senin...
- Advertisement -

Jakarta – Sampai hari ini, pandemi virus Corona masih menyebar di seluruh penjuru dunia. Angka kasusnya pun masih terus bertambah setiap harinya.

Seorang profesor dari Edinburgh University mengatakan bahwa virus Corona akan seterusnya bertahan di dunia, jika banyak pasien COVID-19 yang sudah sembuh mengalami reinfeksi atau terinfeksi virus untuk kedua kalinya.

Menurut penelitian Profesor Graeme Ackland dan timnya yang dilakukan di Inggris, seseorang mungkin bisa terinfeksi virus Corona ini lebih dari satu kali.

- Advertisement -

“Jika benar bahwa orang-orang terus mengalami reinfeksi atau terinfeksi kembali, situasinya akan semakin mengerikan, karena virus ini akan bersama kita selamanya,” jelasnya yang dikutip dari Daily Star, Jumat (9/10/2020).

Profesor Ackland juga mengatakan, untuk melakukan kebijakan lockdown itu sangat sulit. Terutama dalam membatasi kegiatan para kaum muda, yang jelas tidak mungkin bisa mengurangi kematian dalam jangka panjang.

Bahkan para kaum muda yang ada di Inggris dan di dunia, lanjut Profesor Ackland, bisa membuat pandemi ini berlangsung lebih. Sehingga angka kematian terus bertambah selama dua tahun ke depan.

- Advertisement -

Selain itu, Kepala Petugas Medis Profesor Chris Whitty menegaskan bahwa penyakit ini tidak akan bisa diberantas dan akan terus menghadapinya di masa mendatang.

“Penyakit ini tidak akan hilang. Jadi kami harus menerima bahwa kamu sedang menangani penyakit yang akan kami hadapi secara global di masa mendatang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum mengetahui seberapa besar kekebalan yang dimiliki para pasien COVID-19 yang sembuh agar bisa terhindari dari wabah ini. Mereka hanya tahu bisa bertahan kurang dari 12 bulan.

- Advertisement -

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Berita Terkait
publikbicara.com