Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Jakarta Berujung Ricuh

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

Jakarta — Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja berujung kericuhan di sejumlah titik di Jakarta. Aksi yang berlangsung sejak pagi ini memanas saat memasuki sore dan malam hari.

Sejumlah elemen masyarakat yang ikut tergabung dalam aksi penolakan Kamis (8/10) kemarin ini, meluapkan kekecewaan dengan membakar dan merusak sejumlah fasilitas umum di sejumlah titik Ibu Kota.

Kerusakan salah satunya terjadi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bagian depan kementerian ini mengalami kerusakan akibat lemparan batu yang diduga dilakukan oleh massa aksi.

- Advertisement -

Selain ESDM, sejumlah halte TransJakarta juga dirusak. Direktur Utama PT TransJakarta, Jhony Tjitrokusumo menyebut sebanyak 20 halte yang mengalami kerusakan. Delapan halte dibakar dan sisanya diduga dirusak massa.

Halte yang terbakar tersebut meliputi Halte Bundaran HI, Sarinah, Tosari Baru, Tosari Lama, dan dan Karet Sudirman. Selanjutnya, Halte Sentral Senen, Senen arah Pulogadung, dan Senen arah HCB.

Sementara Halte yang dirusak meliputi Halte HCB, Bank Indonesia, Gambir 1, Sumber Waras, dan Grogol 1. Kemudian, Halte Dukuh Atas 1, Petojo, Bendungan Hilir, RS Tarakan, dan Kwitang.

- Advertisement -

Selain Halte TransJakarta, massa aksi juga meluapkan kekecewaan di kawasan Abdul Muis, Jakart Pusat. Mereka merusak lampu merah di pertigaan jalan tersebut.

Tak hanya itu, massa juga membakar ban di tengah jalan tersebut. Sementara sisa-sisa lampu merah yang mereka rusak, juga turut dibakar ke kobaran api.

Sejumlah pos polisi juga menjadi sasaran kemarahan massa. Pos yang dibakar antara lain, Pos Polisi Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Pos Polisi Tugu Tani, dan Pos Polisi di Harmoni.

- Advertisement -

Selain itu, bekas gedung bioskop Grand Theater Senen turut disasar massa. Bangunan tua itu diduga dibakar massa yang melintas selepas aksi di sekitar Istana Negara. Si jago merah melahap habis bangunan tersebut.

Api ternyata turut menyambar empat ruko di Kompleks Ruko Maya, yang berada tepat di belakang Grand Theater Senen. Ruko yang terbakar itu menjual berbagai macam buku. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan kondisi Jakarta sudah kondusif hari ini. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah fasilitas umum sudah bisa digunakan lagi oleh masyarakat.

Polisi menyatakan setidaknya telah meringkus hampir 1.000 orang yang diklaim perusuh atau kelompok anarko dalam aksi tolak Omnibus Law di Jakarta.

“Sudah hampir seribu yang kita amankan, itu adalah anarko-anarko itu, perusuh-perusuh itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (8/10).

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com