Beranda Ekonomi Lesunya Perekonomian PTS, Hingga Kesulitan Bayar Gaji Dosen

Lesunya Perekonomian PTS, Hingga Kesulitan Bayar Gaji Dosen

Jakarta — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah DKI Jakarta Agus mengatakan sebanyak 80 persen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terdampak virus corona.

Menurut Agus, lesunya perekonomian PTS berskala kecil hingga menyebabkan kesulitan ekonomi untuk membayar gaji dosen dan karyawan akan dirasakan dalam jangka waktu satu sampai dua bulan ke depan.

“PTS yang kecil itu ada 80 persen dari keseluruhan PTS yang terdampak signifikan. Saat ini masih mampu bertahan, namun jika situasi ini sampai satu atau dua bulan lagi dampaknya akan sangat memprihatinkan,” ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah DKI Jakarta Agus kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/4).

Keseluruhan PTS di Jakarta jumlahnya sebanyak 312, 80 persennya adalah PTS kecil. Dan 20 persen lainnya adalah PTS menengah dan besar.

Baca Juga :  Ekspedisi Muhibah Budaya Jalur Rempah: Menghidupkan Kembali Sejarah Maritim Indonesia

Selama pandemi berlangsung, dijelaskan Agus, PTS menengah dan besar bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan situasi.

“Bahkan ada yang [memberi] bantuan langsung [berupa] sembako, kuota pulsa dan [keringanan] pemotongan 50 persen untuk SPP [mahasiswa],” ujarnya.

Ia pun mengatakan penemuan LLDikti ini akan dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dibahas lebih lanjut.

Direktur Jenderal Dikti Kemendikbud Nizam ketika dihubungi tidak menyatakan pihaknya bakal memberi tambahan anggaran atau mengusulkan keringanan pajak untuk PTS yang terdampak.

Ia menyatakan pihaknya sudah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) untuk 400 ribu mahasiswa baru.

“Dapat juga diakses oleh mahasiswa yg sudah berkuliah tapi orang tuanya terdampak ekonominya karena covid-19. Bisa diakses oleh mahasiswa PTN maupun PTS,” tuturnya kepada CNNIndonesia.com.

Baca Juga :  Kemendikbudristek Sambut 100 Peserta Didik Papua Penerima Beasiswa ADEM 2024 di Banten

Terkait alokasi anggaran, ia mengatakan dana dikerahkan untuk PTS pun sudah lebih banyak dari anggaran tahun lalu.

Lihat juga: Kemendikbud Buat Skenario Belajar di Rumah sampai Akhir 2020
Sebelumnya Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko menuntut Kemendikbud membantu subsidi PTS selama wabah corona. Ia menyatakan setidaknya 50 persen mahasiswa PTS sulit membayar SPP.

Budi mengklaim selama ini pihaknya tidak mendapat dukungan selayak yang didapatkan PTN. Padahal jumlah PTS, khususnya yang berskala kecil, mendominasi perguruan tinggi di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah mencarikan solusi terkait hal ini. Salah satunya dengan meringankan pajak dan membantu beban uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

Sumber:Cnn Indonesia

Artikulli paraprakPasien Positif Covid 19 di Bogor Mencapai 101 Orang
Artikulli tjetërRatusan APD Hingga Hand Sanitizer Karya Lapas Gunungsindur Disalurkan Ke Puskesmas