Beranda News Memasang Busi Terlalu Kencang Bisa Rusak

Memasang Busi Terlalu Kencang Bisa Rusak

Jakarta – Busi memiliki peran penting untuk membantu proses pembakaran di ruang mesin kendaraan bermotor. Secara kegunaan, busi berfungsi menciptakan percikan listrik yang akan memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar.

Oleh sebab itu, proses pemasangan busi harus benar agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan optimal. Dalam keterangan resminya kepada detikOto, NGK Busi Indonesia menerangkan cara memasang busi yang benar.

Pertama harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan, karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendur) dapat berakibat fatal pada busi.

Baca Juga :  Rekor Baru: 16.250 Mahasiswa Terpilih dalam Program PMM Angkatan 4

“Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak, yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari risiko kerusakan, apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat, sehingga akan memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan,” tulis NGK dalam keterangan resmi.

Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium.

Baca Juga :  Kobbie Mainoo: Bintang Muda Tim Inggris yang Bersinar di Euro 2024

“Yang kedua, penggunaan kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi. Hal ini perlu diperhatikan karena, penggunaan ukuran kunci busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi,” lanjutnya.

Terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah berada pada kondisi mati dalam rentang waktu beberapa saat sebelum melepas dan memasang busi, agar sifat logam pada busi maupun kepala silinder sudah stabil sehingga tidak memicu adanya kerusakan pada kedua komponen tersebut.

Sumber:Detik.com

Artikulli paraprakPenjelasan Jokowi Soal Stafsus Yang Mengundurkan Diri
Artikulli tjetër1.689 Kendaraan Putar Balik Karena Langgar Larangan Mudik